Pokja Bunda PAUD Kukar Menjadi Kunci Memperkuat Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini
Pelantikan POKJA Bunda Paud Kukar Tahun 2025-2030. (pic:ist)
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR : Langkah Kutai Kartanegara (Kukar)
membangun sumber daya manusia sejak dini kian nyata. Pemerintah Kabupaten Kukar
menegaskan komitmennya terhadap pendidikan anak usia dini (PAUD). Pokja Bunda PAUD dinilai menjadi simbol
sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat desa dalam memperluas akses
pendidikan bagi anak-anak usia emas.
Dengan adanya Pokja
Bunda PAUD, diharapkan layanan pendidikan dasar bisa menjangkau hingga pelosok Desa,
memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari kesempatan belajar.
Hal tersebut
diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto. Ia menegaskan peran penting Pokja
Bunda PAUD dalam membangun fondasi pendidikan sejak usia dini.
“Pokja Bunda PAUD
adalah mitra strategis pemerintah daerah. Usia 0 sampai 8 tahun merupakan masa
emas yang sangat menentukan kualitas generasi masa depan, sehingga perhatian
dari keluarga, desa, dan pemerintah daerah menjadi kunci,” ujarnya Selasa (7/10/2025).
Menurut Arianto,
pemerintah desa memiliki peran signifikan dalam mendukung kegiatan PAUD.
Dukungan itu bisa diwujudkan melalui alokasi dana desa, penyediaan fasilitas
belajar, serta pendampingan agar proses pendidikan berjalan efektif dan
berkelanjutan.
“Pemerintah desa
perlu aktif memastikan setiap anak usia PAUD mendapat kesempatan belajar.
Anggaran desa dapat diarahkan untuk mendukung operasional maupun kegiatan
penunjang PAUD di wilayah masing-masing,” tambahnya.
Ia juga menyoroti
pentingnya koordinasi antara pengurus Pokja Bunda PAUD dengan pemerintah desa.
Sebab sebagian besar lembaga PAUD berada di tingkat Desa, sehingga kolaborasi
lintas sektor menjadi keharusan agar penyelenggaraan pendidikan tetap stabil dan
bermutu.
Arianto mengungkapkan
beberapa waktu lalu Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD periode
2025–2030 telah sebab itu ia ingin sinergi dapat terus ditumbuhkan.
“Kami berharap
pengurus baru dapat berkoordinasi secara intens dengan pemerintah desa. Dengan
kerja sama yang baik, pendidikan anak usia dini di Kukar bisa berjalan lancar
dan berkelanjutan,” tegas Arianto.
Dirinya juga berharap Pokja Bunda PAUD 2025–2030 diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat kualitas pendidikan dasar di Kukar. Melalui peran aktif para Bunda PAUD, desa diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan bagi anak-anak.
“Melalui semangat
kolaborasi antara pemerintah daerah, desa, dan masyarakat, kita ingin Kukar
dapat terus jalan menuju generasi unggul yang tumbuh dari pendidikan sejak usia
dini fondasi utama masa depan yang cemerlang bagi kabupaten berjuluk Bumi Etam
ini,” pungkasnya. (Adv/Tan)